Kelompok Masyarakat di Aceh Tuntut RUU P-KS Masuk Lagi ke Prolegnas 2020

 Kelompok Masyarakat di Aceh Tuntut RUU P-KS Masuk Lagi ke Prolegnas 2020

Banda Aceh – Sejumlah kelompok masyarakat di Aceh mendesak DPR kembali memasukkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (P-KS) ke dalam prolegnas 2020. Salah satu alasannya adalah jumlah kasus kekerasan seksual yang makin bertambah.

Direktur LSM Flower Aceh, Riswati, menyebut ada 200 kasus kekerasan seksual terhadap anak dan 179 kasus kekerasan terhadap perempuan terjadi di Aceh sepanjang 2020. Kasus kekerasan terhadap anak, katanya, didominasi pelecehan seksual dan pemerkosaan yang dilakukan orang terdekat korban.

“Tiga bentuk kekerasan tertinggi yang dialami anak pada 2020 berupa pelecehan seksual sebanyak 69 kasus, pemerkosaan 33 kasus, dan kekerasan psikis 58,” kata Riswati kepada wartawan, Kamis (9/7/2020).

Riswati mengaku mendapat data tersebut dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Aceh. Menurutnya, pelaku kekerasan terhadap anak dan perempuan di Tanah Rencong mayoritas ada orang terdekat korban serta tokoh penting yang harusnya melindungi mereka.

Riswati menyebut, berdasarkan data P2TP2A, ada 1.802 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang ditangani pada tahun 2017, 1.376 kasus pada tahun 2018, 1.044 kasus pada tahun 2019, serta 379 kasus sampai pertengahan tahun 2020.

Dia menyebut, selama 2020 terdapat 9 kasus perkosaan, KDRT 112 kasus dan kekerasan psikis 90 kasus. Kasus selanjutnya, yaitu kekerasan fisik 55 kasus dan selebihnya dalam bentuk penelantaran ekonomi dan lain-lain.

“Melihat tingginya kasus kekerasan seksual yang terjadi, pemerintah harus hadir dengan menyediakan anggaran yang memadai dan kebijakan sebagai payung hukum untuk memastikan terpenuhinya hak-hak korban kekerasan seksual,” jelas Riswati.

Redaksi

Memberikan informasi pilihan secara cepat, akurat dan terpercaya di Nanggroe Aceh Darussalam.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *